Minggu, 07 Maret 2010

Kiprah Jong Ambon di Liga Futsal Indonesia

Siapa tidak kenal Ronny Pattinasarani, Donny Latupeirissa, Bertje Matulapelwa, Berty Tutuarima, John Lesnusa, dan Elly Idris pesepakbola di era 70-an. Era 80 s/d 90-an diwakil Imran Nahumamury, Sammy Pieterz, Ibrahim Lestaluhu, Ohorela, dan Rocky Putiray, mereka adalah pesepakbola keturunan Maluku. Saat ini salah satu propinsi di Indonesia Timur yang sempat mengalami konflik itu masih menelurkan para pemain bintang dan menyumbangkan pemain bagi tim nasional Indonesia sebut saja Ricardo Salampessy, Fandy Mochtar, Leonard Tupamahu, Rahmat Rivai dan Talaohu A Musafry.Seperti juga di cabang sepakbola konvensional, di cabang futsal-pun pemain futsal keturunan Maluku bertebaran di beberapa klub anggota Indonesian Futsal League, yang adalah kompetisi tertinggi Futsal di Indonesia. Terhitung sekitar ada belasan pemain futsal keturunan maluku yang dicatat oleh tim Spiritfutsal berkiprah di Indonesian Futsal League sejak musim 2006/2007 s/d 2010.

Tim SWAP (Sport, Worship And Praise) Futsal Club tercatat menyumbang pemain Maluku terbanyak sebanyak 8 pemain. Disusul Electric PLN dengan dua pemain dan Pelindo II, BiangBola dan Dupiad Fak-Fak masing-masing satu pemain. Delapan pemain keturunan Maluku di tim SWAP termasuk pemain-pemain muda usia, rata-rata 24 tahun bahkan yang termuda baru berusia 19 tahun, yaitu Imanuel Frans dan Kiper Gerry Ferdinandus. Sedangkan pemain tertua ada di tim Electric PLN, Ricardo Polnaya yang juga mantan pemain tim nasional futsal Indonesia, berusia 27 tahun.

Kakak beradik Manuhutu, Ronaldo dan Mozes mempunyai peran penting di tim SWAP. Ronaldo yang lebih tua satu tahun merupakan kapten cadangan tim SWAP. Sedangkan Mozes Manuhutu, merupakan pencetak gol terbanyak urutan kedua dengan 20 gol, hanya beda 2 gol dari Achmad Syaibani, top skor IFL Musim 2009. Di urutan ketiga daftar pencetak gol juga tercantum nama Socrates Matulessy dari Electric PLN. Pemain yang satu ini juga mantan pemain tim nasional futsal dan bintang iklan produk sepatu Specs.

Sementara itu, Vincent Vallent pemain keturunan Maluku yang pertama kali mengecap Juara Indonesian Futsal League bersama BiangBola di musim pertama. Di babak final four meski tidak mencetak gol, tetapi penampilannya sangat berperan atas keberhasilan BiangBola merebut juara IFL. Selain itu pencatat sejarah IFL juga dicatat oleh Jaconias AA Lakburlawal, ia adalah pencetak gol pertama IFL ketika SWAP melawan Produta, Bandung pada pertandingan pembukaan IFL yang diresmikan oleh Ketua PSSI, Nurdin Halid.

Pemain lainnya yang tidak kalah perannya bagi tim masing-masing adalah Miron Hehanussa, Reinhart Titaheluw, Edward Supusepa, Agustinus Latlutur, Gabriel Ditilebit (Ex Tim Nasional 2004), dan Piere Latupeirissa (lebih dikenal dengan Freestyler Indonesia) dari tim SWAP, Jusman (Pelindo II), dan A. Renyaan (Dupiad Fak Fak). Semua pemain, sependapat dan memiliki impian yang sama yaitu merindukan Negeri Ambon yang aman dan menghimbau kepada anak-anak muda Maluku untuk terus bermimpi besar dan berprestasi di cabang olahraga futsal

2 komentar:

  1. Wah ini potensi lg bakat alam pesepakbola maluku. gw pernah liat soccerates Maulessy sama Moses Manuhutu main keren banget tuh bro, skill nya. Setuju gw Sepakbola maluku harus kita beri kesempatan untuk berkembang di sana. BAKAT ALAM NYA bro..nggak ada ke raguan lagi

    BalasHapus
  2. Hidup Indonesia! tim futsal Indonesia diperkirakan akan lebih dulu ke Piala Dunia, karena Indonesia punya peluang menjadi juara futsal Asia.

    baca tentang Tim Futsal Indonesia di ASEAN Futsal Championship
    baca tentang AFC Futsal Championship 2010

    BalasHapus