Senin, 06 April 2009

Sepakbola Maluku, Samba Brazilnya Indonesia

PESAWAT LION yang saya tumpangi perlahan-lahan mendarat di Bandara Pattimura, Ambon. Kepergian saya ini dalam rangka mengantarkan tunangan saya yang pada tahun 2007 lalu ingin melaksanakan tugasnya PTT sebagai dokter gigi di daerah Kepulauan Seram, Seram Bagian Barat, Maluku. Keindahan panorama alam kota Ambon yang sangat mempesona tak pernah saya lupakan sampai saat ini. Bahkan perjalanan saya ke tempat kelahiran oma saya ini banyak menemukan kisah-kisah yang membuka mata cakrawala saya terhadap sejarah Maluku

Tanah Maluku dengan ibu kotanya, Ambon, memang pernah melahirkan pemain-pemain handal bagi tim nasional Indonesia. Pada era dekade 80’an, muncul Bertje Matulapelwa yang besar lewat klub terkenal di Ambon, Pusparagam. Juga masih ada beberapa pemain berdarah Ambon tetapi besar di luar Ambon, seperti Ronny Pattinasarany, Jacob Sihasale, Yopie Leepel, dan John Simon

Pada dekade 90’an banyak terlahir pemain berdarah Ambon di belantika sepakbola nasional, sebut saja duo kakak beradik Rocky Putiray (Arseto Solo) dan Charles Putiray (kini di Lamongan), atau Piters bersaudara Ronald Piters dan Sammy Piters (Mitra Surabaya). Bahkan Ronald yang sempat bermain untuk timnas juga menjadi kekuatan Persebaya dalam merebut juara Liga Indonesia di tahun 1996

Pada masa itu juga, muncul Chairil Anwar Ohorella, yang pernah berlabuh di klub Assyabab Salim Group dan bersama Ronald Piters ikut andil dalam mengangkat prestasi Persebaya. Pada saat itu, Chairil yang dipanggil dengan sebutan ”Pace” termasuk dalam trio bek tangguh timnas Indonesia bersama Sugiantoro dan Nur Alim semasa timnas dilatih Meneer Hank Wullems (Belanda)

Tidak hanya itu, masih banyak pemain Maluku hebat macam Farrel Raymond Hattu (Petrokimia Putra), Imran Nahumamury (Persija),Maully Lessy (Persikota), Rahel Tua Salamony (Persebaya), Bakrie Umarela (PSB Bogor),Kamarudin Betay (Persija), Donny Latuperisa (Pelita Jaya), Frans Sinatra Hwe (Pelita Jaya), Ritam Manubun (Persipura), Edwar Ivakdalam (Persipura), Leonard Tupamahu (Persija) dll. Bahkan saat ini timnas kita pun masih dihuni oleh nama-nama Ambon Manise seperti Ricardo Salampessy (Persipura) dan T. A Musafry (Persiba Balikpapan)
Ketika saya berada di Maluku, saya menyaksikan memang banyak anak-anak dengan talenta bagus di sana, bermain bola di pasir putih pantai Maluku menjadi kebiasaan mereka sehari-hari. Bahkan banyak anak-anak daerah Tomalehu dan Latu yang sangat bangga dengan sosok Bakrie Umarela. Dan beberapa di antaranya mempunyai kostum bola yang bertuliskan Bakrie Umarela di belakangnya. Setiap desa pun mempunyai tim sepakbola, dapat dilihat dari klub sepak bola di Maluku yang hampir menyebar pada semua daerah tingkat dua
Sebenarnya untuk Pulau Ambon saja terdapat beberapa klub sepak bola seperti Puspa Ragam, Putera Nusantara (Putnus), Virgin, Persatuan Sepak Bola Hitu Leitimur (PSHL), kemudian Persmi Masohi di Maluku Tengah, Persis Geser di Seram Timur dan masih banyak lagi
Tetapi mengapa tidak satu pun klub asal Maluku yang bisa menembus ke divisi utama liga super? Pertanyan ini pun beberapa kali saya lontarkan pada beberapa pejabat disana, pendapat mereka adalah bahwa sepakbola di Maluku banyak diminati, namun tidak dapat berkembang dengan baik karena terbentur masalah dana dari pemerintah daerah

Sungguh sangat disayangkan padahal tanah leluhur beta ini termasuk gudangnya pemain atlet berbakat. Tak hanya sepakbola, atlet tinju dan marathon pun banyak terlahir di daerah ini

Tapi katong seng boleh pesimis, beta yakin suatu saat nanti sepakbola akan sukses di sini. Itu bisa terlihat dari 1 kecamatan Salahutu (Tulehu), yang pada tahun 2006 berhasil menjadi juara di propinsi Maluku. Bahkan kecamatan ini termasuk penghasil pemain bagus untuk Persatuan Sepak Bola Ambon (PSA)

Bakat-bakat kecamatan Negeri Tulehu tak usah dipungkiri lagi, ini bisa dilihat dari keterlibatan sembilan putra Maluku dalam Tim Nasional U-13 Indonesia dalam turnamen di Malaysia pada 3-6 Juni 2007. Kiprah tim ini pun tampil begitu gemilang. Ini ditandai dengan suksesnya Timnas U-13 di Festival Tingkat Asia itu dalam beberapa laga pertandingan

Dalam pertandingan yang berlangsung di kota Sabah itu, Timnas U-13 yang dihuni sembilan putra Maluku ini memperoleh hasil memuaskan, diantaranya Indonesia Vs Myanmar 1-1, Indonesia Vs Malaysia 2-0, Indonesia Vs Australia 9-0, dan Indonesia Vs Brunei 3-0



Dari sejumlah pertandingan di Kejuaraan Asia U-13, sembilan putra Maluku asal Negeri Tulehu ini menjadi Pemain Inti pada setiap laga tanding. Kesembilan anak-anak muda Maluku ini berasal dan dibina oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Tulehu Putra masing-masing: Sahrul Umarella, Rival Lestaluhu, Fazhur Rahman Ohorella, Zulfikar Malabar, Irfandi Al Zubeidy, Zubair Maruapey, Ricky Bardes Leurima, Pian Maruapey, Sahril Nahumarury

Wah, prestasi ini bukan hanya mengangkat persepakbolaan Maluku saja, tetapi juga mengangkat prestasi timnas Indonesia. Ini juga menjadi bukti talenta anak-anak Maluku lebih menjanjikan dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia

Saya berharap suatu saat nanti ada kebangkitan yang bisa mengangkat persepakbolan Maluku. Apabila saya seorang Nirwan Bakrie atau seorang Arifin Panigoro, ingin rasanya saya membuat sebuah klub atau sentra sepakbola pemain berbakat di sini. Karena sudah terbukti pemain–pemain Maluku terlahir dengan bakat alam yang didapat sejak mereka lahir. Hanya sebuah kemauan dan kesungguhan dari pelaku-pelaku sepakbola inilah, katong akan bangkit dari keterpurukan minim prestasi seperti saat ini. Atau mungkin juga kebangkitan sepakbola Maluku akan menjadi kebangkitan timnas Indonesia di masa yang akan datang

( Apabila anda ingin melihat talenta anak-anak Brazil, tak usahlah anda ke Rio de Janeiro atau Sao Paolo, cukuplah anda pergi ke tanah Maluku yang mempunyai sepakbola dengan citra rasa bak SAMBA BRAZIL)-RezzaLubis untuk TOTAL FOOTBALL INDONESIA-

6 komentar:

  1. Hidup Ambon Manise!! Semoga PSSI bisa berkonsentrasi serius dalam membina sepak bola Maluku..

    BalasHapus
  2. Info keren banget. Jadi selama ini aku salah sangka, kukira yang gaya mainnya kaya Samba itu cuma Papua. Ternyata Maluku juga tho.Hehe

    Sukses aja!

    BalasHapus
  3. Wah klo Maluku sama Papua di gabung bisa keren banget tuh. Tim Futsal Indonesia juga sebenernya banyak di dominasi pemain asal Maluku. Cuma sayang mereka nggak punya klub yang kuat disana. krn terbenturnya dana

    BalasHapus
  4. mungkin bisa kerja sama dengan pemain Belanda keturunan Maluku yang ternyata jumlahnya sangat banyak di negri Belanda sana...
    sekedar koreksi, edwar ivakdalam adalah putra papua, bukan dari Maluku... dia lahir di Merauke...
    btw, info yang mudah2an membuka mata PSSI dan Petinggi sepak bola maluku...

    BalasHapus
  5. SAYA LEBIH SUKA KALAU LIHAT ORANG PAPUA MAIN BOLA...MEREKA BERMAIN DENGAN GAYA PAPUA,TEKNIK TITAKA PAPUA LEBIH SERU KALAU DI PERTONTONGKAN.

    BalasHapus
  6. AYOO SERBUU GAN MUMPUNG GRATIS DAN MURAH
    ADU BANTENG, Sabung Ayam, Sportbook, Poker, CEME, CAPSA, DOMINO, Casino
    Modal 20 rb, hasilkan jutaan rupiah
    Bonus 10% All Games Bolavada || Bonus Cashback 10% All Games Bolavada, Kecuali Poker

    ||
    FREEBET AND FREECHIP 2017 FOR ALL NEW MEMBER !!! Registrasi Sekarang dan

    Rasakan Sensasi nya!!! ONLY ON : BOLAVADA(dot)com
    BBM : D89CC515

    bandar judi online
    agen bola terpercaya
    ayam bangkok

    https://goo.gl/lERILJ
    https://goo.gl/kbkvXv
    https://goo.gl/JB5DSD

    BalasHapus