Senin, 11 Mei 2009

Alfonso Abel Campos : Kapten Angola di Gelora Dewata

Bercerita kompetisi awal Liga Indonesia. Maka kita tak akan pernah lupa dengan sosok bintang Afrika,Alfonso Abel Campos.

Saya menyebutkanya "Makin tua makin menjadi". Falsafat tersebut memang pantas untuk disematkan kepada mantan kapten Angola,Alfonso Abel Campos. Betapa tidak. Di usia yang bisa dibilang uzur untuk kategori pesepakbola profesional, Campos justru semakin bersinar terang selama berkiprah di klub Indonesia, Gelora Dewata Bali.Hadirnya Campos, beserta pemain-pemain top dunia macam Roger Milla, Maboang Kessack (Pelita Jaya) dan Vatamatanu Garcia (Gelora Dewata) dll,mampu mengangkat animo kompetisi perdana Liga Indonesia.

Bercerita perjalanan karir pemain berkebangsaan Angola ini memang cukup cemerlang. Karena Sebelumnya ia berkiprah membela klub top Benfica, Portugal. Campos juga merupkan pemain inti & kapten di timnas Angola.

Selama bermain di Indonesia, Campos memperlihatkan keperkasaannya.Tak pelak dari penampilan bersama teman senegaranya Vata matanu Garcia,dirinya memberi sumbangan yang tidak kecil untuk mengangkat klub Gelora Dewata Bali.Dengan mobilitas tinggi serta ball skill, kala itu membuatnya secepat kilat menjadi idola baru publik Bali.

Bersama Gelora Dewata, Campos langsung melakoni partai pertamanya di ajang Champions Asia. Hasil itu diperoleh setelah Gelora Dewata kalah 0-1 dari Pelita Jaya Jakarta. Status runner-up Piala Liga ternyata menjadi pintu buat Gelora Dewata untuk berlaga di ajang Winners Cup Asia. Hal ini juga karena Pelita Jaya harus berlaga di Champions Cup Asia sebagai juara kompetisi Galatama.

Dalam debut di pertandingan Winners Cup Asia, versus Perak FC, Abel Campos mencetak gol pertamanya untuk Gelora Dewata. Publik pun bersorak gembira, kemenangan 2-0 pun akhirnya di raih oleh Campos cs. Bagi publik Bali pertandingan itu menjadi suguhan terbesar dalam sejarah persepakbolaan bumi Dewata. Karena hampir sekitar 16.000 orang mendatangi stadion Ngurah Rai untuk mendukung Gelora, Padahal kapasitas stadion cuma 12.000 tempat duduk.

Namun sayangnya, kemenangan 2-0 Gelora Dewata atas Perak FC berakhir tragis. Gelora Dewata didiskualifikasi oleh AFC karena legiun asing Gelora Dewata waktu itu, Vata Matanu Garcia,Jeremy, dan Abel Campos belum resmi didaftarkan oleh PSSI ke AFC.

Abel Campos dan Vatamatanu

Dengan menjadi bintang serta kematangannya bermain,akhirnya membawa Campos terpilih untuk bergabung dengan tim All-Star Wilayah Timur. Ia juga menjadi salah satu "ikon" bintang lapangan bersama Carlos De Mello (Petrokimia Gersik).Pada saat itu Tim All-Star Wilyah timur menang tipis 5-4 dari tim Wilayah Barat yang di isi oleh Roger Milla, Maboang Kessack, Dejan Glusevic dan Ansyari Lubis.

Dengan pencapaian itu, Campos juga terpilih masuk dalam pemain terbaik Liga Indonesia, guna berhadapan dengan tim tangguh, Lazio. Biarpun Campos tidak mampu membawa prestasi yang gemilang untuk Gelora Dewata. Tetapi setiap aksinya mampu menghibur publik sepakboala Indonesia.

Kiprah Campos tentunya merupakan sebuah hasil yang sangat manis baginya dan juga bagi awal Kompetisi Liga Indonesia perdana kita.-Rezza Lubis for TOTAL FOOTBALL INDONESIA-

1 komentar:

  1. Seandainya Gelora Dewata masih ada, mungkin team ini menjadi klub yang paling tangguh di Bali, karena prestasi sepakbola Bali.. makin lama makin menurun bahkan hilang di telan bumi...

    BalasHapus