Selasa, 12 Mei 2009

Tim Nasional Indonesia (1997-2007) versi Total football Indonesia

Sulit sebenarnya memilih tim nasional ideal ini, kalau saya ambil sebuah garis lurus saya akan mengambil pemain-pemain Indonesia di era tahun 1997 sampai saat ini, hal ini bukannya saya anti terhadap bintang-bintang lama, tapi di sini pengamatan saya akan lebih objektif. karena di masa ini saya sudah bisa mencermati dengan mata kepala saya sendiri mana pemain-pemain yang mempunyai skill bagus di blantika sepakbola Indonesia.

bercerita di era 1997 an,sebagian besar menggunakan pola 3-5-2 ala Italia. Sementara beberpa tahun terakhir formasi 4-4-2 dan 3-4-3 menjadi tren sepakbola kita. Meski dengan formasi yang berbeda-beda, namun hampir semua tim menggunakan dua wing back, seorang libero. Dalam formasi ini saya mengunakan trio stopper sebagai formasi baku lini belakang.

Dengan ada variasi sedikit, di posisi gelandang dengan mengunakan breaker atau gelandang bertahan,yang mempunyai karater sebagai play-meker tim. Di posisi sayapnya juga menggunakan gelandang gantung yang berfungsi ganda, menyerang dan bertahan.

Variasi juga sedikit terjadi di formasi double strikers. Beberapa tim menggunakan sistem sejajar yang berperan sebagai tombak kembar. Formasi ujung tombak juga di lapisi satu second striker maut di belakangnya.



Berikut komposisi pemainya :
Di posisi penjaga gawang utama, Hendro Kartiko yang sejak 2006 terakhir menjadi kiper andalan tim nasional, menjadi pilihan utama. Hendro yang menemukan kepercayaan diri sejak ditangani Henk Wullems di Prpiala Dunia 1998, makin berkilat penampilannya. Terakhir, Hendro tampil sangat cemerlang saat membela panji Persebaya dan Persija

Sebagai cadangan Hendro, mantan kiper Primavera italia, Kurnia Sandy. Sandy juga menjadi andalan tim nasional Piala Asia 2006 dan Pelita Jaya.Ia juga sempat menjadi kiper ke 3 di tim Sampdoria, Italia.

Kiper PSMS Medan , Markus Horaison, juga layak masuk tim sebagai penjaga gawang ke tiga .Tampil penuh percaya diri dan Posturnya yang ideal, serta ketenangannya, menjadi poin paling menonjol. Permainan Markus yang sangat mengkilat saat membela timnas Piala Asia 2007 saat melawan korea Selatan.

Belakang :
Pada barisan belakang, di posisi libero andalan tim nasional, Sugiantoro yang bermain apik saat membela Persebaya. Perannya masih belum tergoyahkan di posisi ini. " Bejo" Sugiantoro mendapat tendem Nur Alim (Bandung Raya & Persija), yang juga sempat menjadi andalan andalan tim nasional di tahun 1998an.

Nama senior Legenda Persib,Robby Darwis, menemani mereka. Robby sangat layak masuk tim karena punya kharisma serta memiliki bakat kepemimpinan. Dia menjadi palang senior serta kapten tim ini. Dengan kematangannya Robby juga menjadi inspirator saat timnya mendapat tekanan berat.

Sebagai pendamping serta pemain cadangan di posisi libero,hadir Sudirman si " jenderal asal Arseto Solo. Untuk posisi stopper juga hadir Chairil Anwar yang juga sempat menjadi andalan tim nasional di Sea Games 1997. "Pace" sebutan Charil juga merupakan tandemn Sigiantoro di Persebaya Pilihan lainnya adalah Aples Gideon, bek Papua yang sangat baik dalam takling-nya. Aples pada masa emas semasa di tim primavera selalu bermain lugas dan punya teknik memadai terutama untuk mematikan gerakan ujung tombak lawan.


Tengah & Sayap :
Bintang Pelita Jaya Jakarta, Ansyari Lubis akan memimpin lini tengah. Ansyari di tim ini akan berperan sebagai breaker, orang pertama yang menghalau serangan lawan, sekaligus orang pertama yang mengawali serangan. Teknik dan fisiknya yang prima,akan menjadikan tim ini lebih dinamis.Sebagai cadangan Ansyari, pemain asal tim Primavera,Bima Sakti Tukiman layak diberi tempat, meski dia lebih punya naluri untuk bertahan, tetapi Bima handal dalam hal bola-bola mati.

Sebagai playmaker, bintang PKT Bontang,Fahry Husaini tak tergoyahkan posisinya.Meski tubuhnya tidak terlalu besar, dia sangat gigih dan selalu tepat dalam mengambil keputusan. Dialah distributor dan pengatur serangan paling andal selama ini buat timnas Indonesia. Fahry mempunyai cadangan, yaitu juniornya asal Persebaya , Uston Nawawi yang merupakan pemain kunci pasukan Arek Suroboyo. Meski terkesan stayalis ,tapi Uston seorang petarung sejati dan berkarater terus bergerak untuk mencari dan penyuplai bola.

Di posisi sayap kiri bintang andalan Persebaya, Aji Santoso sulit digantikan posisinya.Sepanjang karir nya Aji tampil sangat konsisten dalam melakoni daerah sayap kirinya, Ia juga sempat terpilih sebagai pemai utama tim All-Star Asia tenggara di th 1997 an.Aji mempunyai cadangan Ortissan Sallosa asal Persipura, yang mempunyai skill yang tinggi dalam menyerang.

Sementara di posisi sayap kanan, Elly Eboy layak mendapat tempat.Elly terbukti keandalannya menggalang lini sayap kanan timnas selama ini. Ia juga sangat baik daya penetrasinya ke kotak penalti lawan. Untuk cadangannya ada Anang Mar'uf yang cukup konsisten selam berkarir di klub Persebaya.Ia bisa sebagai pelapis Elly bila sektor sayap kanan mau lebih bermain bertahan.

Depan :

Boaz Sallosa (persipura) akan memaikan peran sebagai second striker. Kemampuannya yang sangat dingin di kotak penalti lawan serta kemampuanya merusak pertahaan lawan sangat cocok baginya. Ia akan bermain bebas mendukung duet "KUN-BANG" alias Kurniawan-Bambang pamungkas. Boaz mempunyai cadangan, yang juga seniornya di Persipura yaitu Rony Wabia. Ronny punya kemampuan menghidupkan serangan dan pandai melepaskan diri dari jepitan pemain-pemain belakang

Sebagai duet ujung tombak, striker asal Primavera dan Sampdoria,Kurniawan menjadi pilihan utama, Kurni sangat dingin di kotak penalti dan selalu pandai mencari posisi. Sebagai tendemnya,hadir striker "si jogo bola udara" Bambang Pamungkas asal Persija. Stiker sangat kaya pengalaman Widodo CP (Petrokimia) dan Rocky Puttiray (Arseto Solo), juga layak diberi tempat sebagai pelapis duet KUN-BANG

Pelatih
Mendampingi tim ini, saya memilih mantan pelatih Bandung Raya dan PSM ujung Pandang,Henk Wullems.. Pertimbanganya karena di bawahnya skema TOTAL FOOTBALL ala BELANDA akan sangat mengesankan. Ini bisa dilihat terutama sepanjang kiprahnya tim Nasional menangani timnas Sea Games 1997. Henk juga mendapat nilai tinggi karena memberi warna sangat agresif pada timnya.

Henk akan mendapat asisten, pelatih Sriwijaya FC , Rahmad Darmawan yang sukses mengantarkan anak-anak Sriwijya juara Liga Indonesia musim 2008. Rahmad mendapat nilai tinggi karena berhasil membentuk Sriwijaya menjadi tim yang sangat solid dan memiliki determinasi mengagumkan. REZZA LUBIS for TOTAL FOOTBALL INDONESIA

3 komentar:

  1. Setuju bgt deh sm pemain2 pilihan bung Rezza Lubis. Pemain2 ini emang the best pada masanya...Mdh2 in the future, kita bisa dapetin pemain2 yg jauh lebih bagus lagi...
    VIVA INDONESIAN FOOTBALL!!!

    BalasHapus
  2. Iya betul sekali, timnas terbaik saat seagames 1997 sayang kita kecolongan gol duluan saat lawan thailand, secara kualitas permainan tim ini paling hebat, fachry, ansyari, aji santoso dan kurniawan amay menonjol. Juga sugiantoro hebat sekali, roby darwis yg lebih senior harus rela di bangku cadangan. Saat itu malayan di bantai 4-0.

    BalasHapus
  3. mantap setuju... skuad 1997 memang terbaik milik indonesia dri timnas ini sepakbola indonesia mulai diperhatikan dunia karena di sepakbola asia, sepakbola indonesia ditakutin dan disegani sampai sekarang walaupun tanpa banyak gelar juara...

    BalasHapus