Sabtu, 06 Februari 2010

Kunci Sukses Jacksen F. Tiago

MERAIH sukses di negeri orang. Itulah kata singkat untuk Jacksen F. Tiago dari Brasil. Tak percuma ia terbang jauh ke Indonesia untuk melanjutkan karirnya sebagai pesepakbola.Selama berkiprah 14 tahun berkiprah di Liga Indonesia (LI), ia mendapatkan segala-galanya sebagai pemain: juara (bersama Persebaya Surabaya), runner-up (Petrokimia Putra dan PSM Ujung pandang), gelar Top Skorer (LI III). Dan, sebagai pelatih, ia sukses mengantarkan klub Assyabaab menjuarai Kompetisi Persebaya dan membawa Persebaya kembali ke Divisi Utama Liga Bank Mandiri 2004.

Petrokimia Gresik menjadi pelabuhan pertama Jacksen di Indonesia pada musim 1994/1995. Petrokimia hanya menjadi runner-up, Jacksen F Tiago pemain asal Brasil ini harus kembali gigit jari karena gol kemenagannya di rampas wasit di partai Final. Setahun dikota pudak itu, Jacksen lalu bergabung di PSM Makasar.Tetapi,sayangnya dia hanya juga sanggup mengantar PSM sebagai runner up.

Baru di tahun 1996/97, akhirnya Jacksen F Tiago berhasil merasakan gelar juara ligina, kali ini bersama Persebaya Surabaya dengan dream teamnya, ia pun berhasil membalas kekalahannya dari Bandung Raya saat itu bernama Mastrans Bandung Raya (MBR). Jacksen pun menyabet sepatu emas dengan torehan 26 gol.

Jacksen datang di Indonesia bermula dari ketidaksengajaan,yg terjadi akibat sebuah penipuan.Sebenarnya Jacksen akan bermain di Malaysia,dan kenyataanya malah bermain di Indonesia,dan penipuan ini dilakukan oleh agen FIFA,Angel Lonita. Awalnya saya berat bermain di Indonesia.Tapi saya seorang petarung,saya tidak ingin kalah oleh keadaan,tegasnya.

Semangat itu membuahkan hasil dan Jacksen menuai kesuksesan.Sebagai pemain,sepak terjangnya tentu tidak bisa kita lupakan.Sebagai pelatih,dia pun layak dicap sebagai arsitek papan atas di LIGINA.Setelah gantung sepatu pada tahun 2002,beberapa klub sudah merasakan sentuhan tangannya.Selain Persebaya,masih ada Persita,Persiter,Peraitara dan Persipura.

Kunci sukses Jacksen adalah kemauannya untuk melebur dan memasuki budaya di sekitarnya. Tak heran, kalau ia tak sekadar fasih berbahasa Indonesia tapi juga bahasa Jawa dialek Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya.

Komunikasi dan diskusi -dengan pemain, asisten pelatih, pengamat, dan suporter- memang menjadi bagian penting dari program Jacksen untuk menambah wawasannya sebagai pelatih sepakbola di tanah air.
Keberhasilan pelatih Jacksen F. Tiago dalam membawa Persipura Jayapura memuncaki klasemen sementara Liga Super Indonesia juga , sempat mendapat apresiasi dari pers terkemuka di Brasil, Trivela.Salah satu tabloid olahraga terkenal di negara "Samba" itu memuat profil Jacksen dan mengupas habis profil Persipura serta dirinya selama di Indonesia baik sebagai pemain maupun pelatih.

Bahkan Kata Jacksen isi berita tabloid olaraga tersebut mencatumkan judul bahwa tahun 2010 adalah ulang tahun Persipura yang ke-60, dan diberi judul “Tiada Kado yang Special”, yang digambarkan obsesi tim berjuluk "Mutiara Hitam" itu menembus Liga Champion Asia bersama Jacksen F Tiago.

Data Jacksen F. Tiago
  • Lahir Rio De Janiero, Brasil, 1968-05-28
  • Karir Pemain: 1994-1995 Petrokimia Putra , 1995-1996 PSM Makassar , 1996-1998 Persebaya Surabaya , 1998-1999 Geylang Singapore , 1999-2000 Persebaya Surabaya , 2001- Petrokimia Putra
  • Top skor Liga Indonesia tahun 1996/1997 (26 GOL)
  • Karir Pelatih: 2002-2003 Klub Assyabaab (anggota kelas utama Persebaya) , 2003- Persebaya di Divisi I , 2004- Persebaya di Divisi Utama
  • Prestasi: runner-up LI I (Petrokimia Putra) , runner-up LI II (PSM) , Juara LI III (Persebaya) , Top Skorer LI III (26 gol) , membawa klub Assyabaab juara kelas utama Kompetisi Persebaya , Persebaya juara Kompetisi Divisi I PSSI
  • Pelatih terbaik Djarum Indonesia Super League Fair Play Awards 2009

4 komentar:

  1. Mustinya Jackson F Tiago. di coba ngelatih timnas. Pasti potensi sepakbola Indonesia timur banyak di anggut sama Jackson. Ricardo Salammpessy, Wanggai, Boaz,Ian Kabes, Erol X Iba (Persipura), Rumaropen, Desnam, Habel Yahya (Persiwa Wamena), Oktavianus Maniani & Elly Eboy (Persidof), Warobay (Sriwijaya FC), Kaimu (deltras) layak di tampung timnas senior

    BalasHapus
  2. Saya sangat salut dengan perjuangan Jacksen F.Tiago. saya berharap Tetap maju terus, tapi klo boleh saya usulkan buat klub Papua sendiri semacam timnas he...he...he...

    BalasHapus
  3. INDONESIAN SUPERSTAR PLAYERS

    KIPER (GOALKEEPER) :
    TRI WINDU ANGGONO, KURNIA MEIGA HERMANSYAH, dan FERRY ROTINSULU

    DEFENDER (BELAKANG) :
    M. Nasuha, M. Roby, Hamka Hamzah, Yericho Christiantoko,
    Reffa Arvindo Badherun Money, Ricardo Salampessy, dan Ferdiansyah

    MIDFIELDER (TENGAH) :
    Irfan Bachdim, M. Zainal Haq, Abdul Rahman Lestaluhu, Imanuel Wanggai, Muhammad Ridwan, Arif Suyono, dan Firman Utina .

    STRIKER (PENYERANG) :
    Bambang Pamungkas, Boas Solossa, Syamsir Alam, Titus Bonai, Andik Firmansyah, Lukas Willem Mandowen, dan Aldaier Makatindu .

    “BEST” FORMATION OF INDONESIAN SUPERSTAR :

    COACH INDONESIAN SUPERSTAR :
    RAHMAD DARMAWAN

    ASSISTANT COACH INDONESIAN SUPERSTAR :
    JACKSEN .F. TIAGO & WOLFGANG PIKAL


    PELATIH KIPER :
    Ronny Paslah

    FORMASI : 4-3-3

    KIPER (GOALKEEPER) :
    KURNIA MEIGA HERMANSYAH

    DEFENDER (BELAKANG) :
    Ferdiansyah, Hamka Hamzah, M. Nasuha, Reffa Arvindo Badherun Money

    MIDFIELDER (TENGAH) :
    Abdul Rahman Lestaluhu, Imanuel Wanggai, Irfan Bachdim

    STRIKER (PENYERANG) :
    Titus Bonai, Boas Solossa, Syamsir Alam

    BalasHapus
  4. PERANG BINTANG “REAL” INDONESIA

    TIMNAS A (SENIOR )vs THE “BEST” OF TIMNAS U 23

    BEST STARTING ELEVEN OF TIMNAS SENIOR

    FORMATION : 4-4-2

    COACH TIMNAS A (SENIOR ) :
    RAHMAD DARMAWAN

    KIPER (GOALKEEPER) :
    KURNIA MEIGA HERMANSYAH

    BELAKANG (DEFENDER ) :
    Hamka Hamzah, M. Nasuha, M. Roby, Ricardo Salampessy

    TENGAH ( MIDFIELDER ) :
    Arif Suyono, Firman Utina, Muhammad Ridwan ,Irfan Bachdim

    PENYERANG ( STRIKER ) :
    Bambang Pamungkas & Boas Solossa

    PEMAIN CADANGAN :
    Benny Wahyudi, Purwaka Yudhi, Ahmad Jufrianto, Gunawan Dwi Cahyo, Eka Ramdani, Rachmat Latief, Ian Louis Kabes , Oktovianus Maniani, Andi Oddang, Rahmat Rivai, dan Johan Juansyah


    STARTING ELEVEN OF “BEST”TIMNAS U 23

    FORMATION : 4-3-3

    COACH TIMNAS BEST U 23 :
    JACKSEN .F. TIAGO

    KIPER (GOALKEEPER) :
    TRI WINDU ANGGONO

    BELAKANG (DEFENDER ) :
    Ferdiansyah, Reffa Arvindo Badherun Money, Taji Prashetio, Yericho Christiantoko

    TENGAH (MIDFIELDER) :
    Abdul Rahman Lestaluhu, Imanuel Wanggai, M. Zainal Haq

    PENYERANG (STRIKER) :
    Lukas Willem Mandowen, Syamsir Alam, Titus Bonai

    PEMAIN CADANGAN :
    Elvis Nelson Anes, Alfin Ismail Tuasalamony, M.Rigan Agachi, Irfan Raditya, Rizky Ahmad Sanjaya Pellu, Dias Angga Putra, Munadi, Feri Firmansyah , Andrie Kurniawan, Andik Firmansyah, Aldaier Makatindu, dan Yandi Sofyan Munawar

    Waktu Pertandingan TIMNAS SENIOR VS
    TIMNAS U 23 : 120 menit (3 BABAK)

    BalasHapus