Senin, 01 Februari 2010

Si Tendangan Meriam dari Medan


Bercerita tentang Masa kegemilangan PSMS di era tahun 1950 an tak lepas dari nama Yusuf Siregar.Mendiang Jusuf Siregar dilahirkan di Sibolga pada 28 Agustus 1928. Yusuf mengawali karier di klub TAM Sibolga. Selanjutnya di awal 1950 an ia menginjakkan kaki di Kota Medan dan bergabung dengan klub PO Polisi, Klub yang bernaung di bawah PSMS . Pada Masa itu ia merupakan salah seorang pemain dari generasi emas PSMS Medan tahun 1950-an, antara lain bersama Ramli Yatim, Cornell Siahaan, Kliwon dan Syamsudin. Peraihan medali emas sepakbola bagi Sumut pada PON III tak terlepas dari peran almarhum Jusuf Siregar.

Dari penampilannya yang germilang bersama PSMS Medan, almarhum Jusuf Siregar berulangkali memperoleh kepercayaan memperkuat tim nasional Indonesia, baik untuk turnamen lokal mau pun mancanegara.

"Salah satu keistimewaan almarhum baik semasa di PSMS mau pun timnas adalah drible serta tendangan keras kaki kanannya yang luar biasa. Waktu itu media-massa menyebut tendangan almarhum sebagai tendangan meriam," kenang H.Dollah Unai, salah seorang yunior almarhum di PSMS.

Yusuf juga dianugerahi Bintang Kehormatan Bhayangkara Nararya oleh almarhum Presiden Soeharto pada 1983.Di samping menekuni karir sepakbolanya secara serius, almarhum Jusuf Siregar juga aktiv di korps Bhayangkara dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel.Jasa dan pengabdian almarhum Jusuf Siregar kepada persepakbolaan Sumatera Utara dan nasional pada umumnya layak untuk tetap kita kenang. Selamat jalan Bang Yusuf. -Rezza Mahaputra Lubis-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar